Tips seputar Radio Komunikasi

Miskomunikasi

(terjemahan bebas dari http://www.planetairsoft.net/…maap link lengkapnya lupa…udah lama pisan sih)

“ROJER…perintah diROJER gitu GANTI!!”

“86…86…merapat GANTI!!!”

Itu perintah-perintah yang sering kita dengar kalo ada polisi atau kawan-kawan yang aktif di dunia radio amatir. Terus terang nggak ngeh banget dengan istilah-istilah yang digunakan. Sangat asing ditelinga. Tapi memang itulah tujuannya. Supaya kata-kata itu nggak dipahami oleh orang umum yang kebetulan pasang telinga alias nyadap. Inilah taktik. Tentu sebelumnya dua belah pihak sudah sepakat apa saja kode-kodenya.

Ketika menggunakan radio komunikasi jangan main selonong boy dulu. Pahami dulu aturan mainnya!

Pertama, tentukan apa nama udara kamu (istilah kerennya, callsign). Bisa pake Serigala Merah, Janda Hitam, Panci Pecah, Bocah Lugu (asal jangan sayangistri aja ya…itu udah saya paten:) atau sejenisnya:P Buat komunitas dengan jumlah personil yang banyak dibutuhkan sebuah sistem callsign yang jelas. Karena disana bakal melibatkan banyak batalyon, kompi bahkan unit. Kebayang deh pusingnya kalo manggil orang diantara ratusan atau ribuan orang. “Markas pada Asep….markas pada Asep” Lha, yang namanya Asep itu ya bisa semua orang ngaku-ngaku Asep (maklum, kalo di Tatar Sunda, Asep = Kasep = Ganteng:P) Ini kan bikin pusing kepala se-divisi Siliwangi nanti. Jadi harus ada sistemnya.

Gunakanlah alfabet untuk menamai setiap tim, seperti A, B atau C…atau bisa juga dengan istilah Alpha Team, Bravo Team atau Charlie Team. Buat penamaan setiap personil bisa dinisbatkan pada posisi yang dipikulnya. Contohnya si Kasep dia tergabung dalam Alpha Team, diminta ambil posisi sebagai pointman alias #1. Jadi callsign-nya Alpha One atau Alpha Satu atau diterjemahkan ke bahasa Prabu Siliwangi jadi Alpha HIJI. Buat posisi sniper, callsign-nya jadi Alpha Seven, dst. Jadi angka mewakili posisi seseorang dalam tim. Kamu bisa susun sendiri bagaimana urutan posisi tapi yang umum berlaku seperti berikut ini :

1 – Point man
2 – Point man #2
3,4,5,6 – Assault
7,8 – Sniper
9 – Medic
10 – Comm or Demolition

Malahan buat operator tank, huruf itu mewakili divisi dan nomor mewakili tank-nya, bukan operatornya (cmiiw).

Kedua, yuk kita bahas bagaimana prosedur mengkontak kawan kita.
Aturannya :

  • kalo kita ingin memanggil seorang kawan, sebut callsign-nya terlebih dahulu atau nama tim-nya
  • kemudian sebutkan callsign kita atau tim kita
  • ulangilah 2x dengan jeda 2 detik
  • Oke, lantas gimana ngeresponnya? Yuk simak prosedurnya :

  • sebut callsign kawan yang pertama kali memanggil kita lalu sebutkan callsign kita dan akhiri dengan perintah “MASUK!” atau “GO AHEAD!!”
  • Kali ini nggak perlu diulang 2x
  • Kalo instruksi dipahami cukup bilang “DIKOPI” atau “I COPY”
  • Lalu sebutkan callsign pemberi instruksi
  • Akhiri pembicaraan dengan “OVER”. Tapi itu jadul. Sekarang untuk kode mengakhiri kontak sudah tersedia suara “beep” begitu kita melepas tombolnya. Pola “beep”nya itu khusus. Beberapa radio sistem FRS & HAM sudah support “beep” ini.
  • Dalam kondisi darurat kamu bisa menggunakan sinyal “break”. Jadi kamu nggak perlu nunggu sampe kawan kita berhenti ngomong. Cukup katakan “break” perlahan dengan diulang 3x. Kita yang mentransmit gak bakalan denger apapun tapi kawan kita pasti denger.
  • Nah, pengen tau gimana teori diatas dipraktekkan? Nih contohnya…(tapi ga usah ditranslate ya…nanti bisa hilang sentuhannya:)

    Here is what a typical call might sound like:

    Alpha One: CTC, this is Alpha One…CTC, Alpha One.
    CTC: Alpha One, this is CTC. Go Ahead.
    Alpha One: Alpha Three, has spotted possible boogies bearing one seven four at zero point five niner klicks.
    CTC: CTC acknowledges… Bravo team, direct units to two six five and proceed with caution.
    Bravo One: Bravo team copies, and are under way.
    Alpha One: This is Alpha! Under heavy fire! Two and four are down!
    CTC: Alpha, report position and enemy detail
    Alpha One: CTC, current is A5 and there is HMG suppression
    CTC: Charlie, suppress Enemy at A5 while Alpha falls back… Bravo what is ETA?
    Bravo One: Bravo reports 50 seconds ETA
    Charlie Two: This is Charlie, one four and seven are down, request niner from Bravo
    CTC: All MG elements direct front, SN to cover advancement. Bravo Niner move to Charlie… Alpha fall to A4…Bravo proceed at your discretion.
    Alpha One: Alpha reporting enemy saturation! Saturation!
    CTC: Alpha?…
    CTC: Alpha!…
    Alpha One: CTC, Alpha here, tangos down…one three and six left
    CTC: Bravo, report
    Bravo One: Tangos down all units up
    CTC: Charlie, report
    Charlie Two: Tangos down, two three six eight left
    CTC: All teams, secure from comm
    Alpha One: Alpha clear
    Bravo One: Bravo clear
    Charlie Two: Charlie clear
    CTC: CTC clears Alpha, Bravo and Charlie from 462.255

    Catatan :

  • CTC : Central Tactical Control (pusat komando)
  • Setelah teks bearing terdapat angka itu menyatakan arah relatif terhadap arah Utara kompas. Kita bisa praktekkan ini di airsoft tapi karena medan airsoft jauh lebih kecil disarankan cukup gunakan kode arah jam.
  • Angka lain setelah penunjuk arah adalah indikator jarak. Biasa menggunakan meter atau kilometer (sering disingkat klicks)
  • Saturation menunjuk adanya jumlah musuh kelewat banyak.
  • Di paragraf lain CTC memberi arahan beberapa personil dari Bravo Team dengan menyebutkan angka A5 dan A4. Itu menunjukkan koordinat. Pasti bakal memudahkan tim kamu kalo kamu bisa membuat grid dari peta lokasi permainan. Pasti bakal mumet kalo saya kasih instruksi,”Ada sniper bersembunyi di belakang pohon pinus yang paling besar”. Kan enak kedengarannya kalo cukup bilang,”Sniper on A5″
  • Just Keep It Simple…


    One Response to “Tips seputar Radio Komunikasi”

    1. Kereeeeennn..!!!

    Leave a Reply